Sabtu, 13 Oktober 2018

4.1.3 Mencoba menyajikan bagian-bagian komunikasi video dan audio video

KOMUNIKASI VIDEO

Komunikasi video adalah suatu alat komunikasi yg dapat ditangkap melalui visual atau penglihatan  ,komunikasi memungkinkan semua orang untuk bertemu pada saat yang sama tidak peduli zona waktu, komunikasi video memungkinkan anda untuk melakukan sesuatu tanpa harus bertemu dengan si received atau si penerima, anda bisa mengirim  dan menyampaikan sebuah informasi kepada siapa pun dengan cepat ,  contoh : seperti televisi/TV ,misalkan ada sebuah acara berita atau NEWS, yang menyampaikan hasil informasi yang mereka dapatkan ,dan dapat di beri taukan kepada siapapun secara visual atau video, dengan menggunakan media komunikasi video.






Manfaat Komunikasi Video

Manfaat dari komunikasi video dapat ditemukan dalam industri yang berbeda , seperti militer , pendidikan , kesehatan ( telemedicine ) , administrasi , masyarakat , pendidikan profesional , perpustakaan dan materi pelajaran tertentu .


Dengan berkembangnya zaman, sekarang media komunikasi video bisa juga kita gunakan dengan koneksi internet yang tersedia saat ini, misalakan kita ingin chatting dengan menggunakan video call, kita bisa menggunakan fasilitas video call yang tersedia banyak di internet, misalnya Skype, dengan menggunakan ini anda bisa melakukan dan menghubungi siapapun untuk berkomunikasi dengan anda dengan menggunakan media komunikasi video.

KOMUNIKASI VIDEO AUDIO

Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi , istilah media yang sering kita sebut sebenarnya adalah penyebutan singkat dari media komunikasi. Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan masyarakat. Televisi dan radio adalah contoh media yang paling sukses menjadi pendorong perubahan. Audio-visual juga dapat menjadi media komunikasi. Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran dari media tersebut. Media audio-visual mengandalkan pendengaran dan penglihatan dari khalayak sasaran (penonton). Produk audio-visual dapat menjadi media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan,media pembelajaran adalah contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. media dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena melibatkan banyak elemenmedia, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.
Komunikasi audio video atau Komunikasi audio-visual adalah suatu alat komunikasi yg dapat ditangkap melalui  pendengaran dan penglihatan( Visual ).






4.1.2 Mencoba menyajikan bagian komunikasi audio dan menyebutkan fungsinya

Bagian Komunikasi Audio dan Menyebutkan Fungsinya


  1. Menyampaikan informasi
Sebagaimana bentuk atau konteks komunikasi lainnya, fungsi komunikasi audio yang pertama adalah untuk menyampaikan informasi. Hal ini dapat kita temui di supermarket tentang promo yang sedang berlaku, bandara terkait dengan informasi keberangkatan dan kedatangan, presentasi dalam rapat skala besar, dan lain sebagainya.
  1. Mengirim makna
Media berbasis audio merupakan saluran informasi tambahan yang dapat digunakan untuk menyampaikan atau mengirimkan makna kepada penerima pesan. Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat membantu dalam proses penyajian informasi sehingga jika makna yang terkandung dalam suatu informasi dirasa tidak jelas hanya dengan menggunakan informasi visual, maka komunikasi audio dapat memberikan penjelasan terkait informasi yang disajikan. Hal ini dapat diterapkan misalnya dalam bidang komunikasi bisnis.
  1. Mempengaruhi sikap
Media berbasis audio juga seringkali digunakan dalam kegiatan ekonomi atau komunikasi pemasaran. Media berbasis audio biasanya digunakan sebagai salah satu bagian dari strategi pemasaran produk baru ataupun strategi komunikasi pemasaran yang efektif menurut para ahli. Harapannya adalah konsumen dapat tertarik dan kemudian bersedia membeli produk yang ditawarkan.
  1. Memobilisasi massa
Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio seringkali diterapkan untuk memobilisasi massa khususnya dalam bidang komunikasi politik. Pada berbagai pesta demokrasi di Indonesia baik Pilkada, Pileg atau Pilpres, akan kita temui berbagai peristiwa yang bertujuan untuk memobilisasi massa untuk datang ke tempat kampanye atau  turut serta dalam kampanye. Berbagai janji politik yang disampaikan melalui pidato yang berapi-api atau dihadirkannya grup band ternama merupakan cara-cara yang digunakan untuk memobilisasi massa dengan harapan saat pemilihan tiba mereka akan terpilih.
  1. Pembelajaran
Sebagai salah satu media komunikasi politik, komunikasi melalui media berbasis audio dapat juga diterapkan dalam bidang pendidikan atau komunikasi pembelajaran dan  sekaligus merupakan salah satu ciri-ciri media pembelajaran. Berbagai macam media pembelajaran yang berbasis audio dapat digunakan oleh peserta didik yang sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Misalnya, beberapa peserta didik dapat menyerap ilmu atau pelajaran dengan lebih baik melalui pendengaran dibandingkan dengan membaca sebuah buku teks.
  1. Menambah sensasi realitas
Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat menambah sensasi realitas. Asosiasi budaya dengan musik memungkinkan kita untuk menyampaikan emosi, periode waktu, lokasi geografis, dan lain sebagainya. Perlu dipahami bahwa makna mungkin akan berbeda dalam budaya yang berbeda.
  1. Membentuk persepsi atau daya imaji
Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio seperti radio misalnya dapat membentuk persepsi pendengarnya. Hal ini diulas secara mendalam dalam teori jarum hipodermik yang merupakan teori efek media massa  pertama yang berusaha menjelaskan efek media massa terhadap khalayak massa. Teori jarum hipodermik yang dicetuskan oleh Harold Lasswell mengasumsikan bahwa pesan media seperti peluru yang ditembakkan ke dalam kepala khalayak. Contoh penerapan teori ini adalah efek disiarkannya sandiwara radio yang berjudul War of the Worlds yang menceritakan serangan alien yang mengancam kehidupan manusia di Bumi. Siaran ini mengakibatkan orang berbondong-bondong keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan negara dalam berada dalam keadaan kacau akibat siaran radio ini.
  1. Mengarahkan perhatian
Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat mengarahkan perhatian pada peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya, suara sirine patroli pengawal menandakan bahwa ada pejabat yang  sedang melewati jalan tertentu.
  1. Memudahkan komunikasi
Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat memudahkan komunikasi itu sendiri. Hal ini dikarenakan orang cenderung memberikan respon lebih baik terhadap kata-kata yang diucapkankan dibandingkan dengan media komunikasi lainnya.
  1. Hiburan
Musik yang kita dengar melalui media berbasis audio dapat memberikan rasa nyaman serta rileks setelah kita melewati hari yang panjang dan sibuk dengan segala rutinitas. Musik yang kita dengar bisa melalui radio ataupun berkas dengan format tertentu. Format berkas yang paling populer adalah MP3 karena kemampuannya dalam menyimpan berkas dengan kualitas audio. Selain itu, kita juga mendengar musik melalui komputer atau telepon pintar secara streaming yakni mendengarkan musik melalui internet.

Manfaat Mempelajari Fungsi Komunikasi Audio

Mempelajari fungsi komunikasi audio dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah kita dapat mengetahui dan memahami pengertian komunikasi audio, jenis media berbasis audio, dan fungsi-fungsi komunikasi audio.
Demikianlah ulasan singkat tentang fungsi komunikasi audio. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang salah satu bentuk komunikasi yaitu komunikasi audio khususnya dan ilmu komunikasi pada umumnya.

4.1.1 Mencoba menyajikan karakteristik ragam aplikasi komunikasi data

Karakteristik Komunikasi Data

Komunikasi data adalah pertukaran data antara dua perangkat melalui beberapa bentuk media transmisi seperti kabel kawat. Untuk terjadinya data komunikasi, perangkat harus berkomunikasi menjadi sebuah bagian dari sistem komunikasi, yang terdiri dari kombinasi dari hardware ( peralatan fisik ) dan perangkat lunak ( program ). Efektivitas sistem komunikasi data tergantung pada empat karakteristik yang mendasar: pengiriman, akurasi, ketepatan waktu, dan jitter.

Tujuan 

  • Efisiensi pengiriman data dlm jmlh besar (tanpa kesalahan dan ekonomis)
  • Memungkinkan penggunaan sistem komputer & peralatan pendukungnya dari jauh (remote computer use)
  • Mempercepat penyebaran informasi (Accesbility)
  • Mendukung manajemen dlm hal kontrol krn memungkinkan penggunaan sistem komputer secara terpusat maupun tersebar
  • Memungkinkan kemungkinan pengelolaan data dan pengaturan data yg ada dlm berbagai macam sistem komputer
  • Mengurangi waktu untuk pengolahan data
  • Mendapat data langsung dari sumbernya atau memperoleh data bisnis selagi data tersebutdibuat (online)
  • Mempercepat penyebaran informasi

Komponen Komunikasi Data

Pesan. Pesan adalah informasi (data) yang akan dikomunikasikan. Bentuk informasi yang populer adalah teks, angka, gambar, suara, dan video. Pengirim. Pengirimn adalah perangkat yang mengirim pesan. Dalam jaringan komputer yang bertindak sebagai pengirim adalah komputer, server, dll.
Penerima, adalah perangkat yang menerima pesan. Media Transmisi, adalah media perantara yang menjadi jalur fisik dimana pesan akan lewat. Contoh media transmisi: kabel UTP, Coaxial, FO, gelombang radio, dll.Protokol, adalah sekelompok peraturan yang mewakilkan persetjuan antara perangkat komunikasi. Tanpa adanya protokol, dua buah perangkat bisa saja terhubung, namun tidak dapt berkomunikasi.

Karakteristik dasar komunikasi data:


1.Pengiriman

Sistem harus mengirimkan data ke tujuan yang sesuai. Data harus diterima oleh perangkat yang dimaksudkan atau pengguna dan hanya oleh perangkat atau pengguna

2.akurasi

Sistem harus memberikan data yang akurat. Data yang telah diubah dalam transmisi dan meninggalkan sumber,data  yang tidak dikoreksi tidak dapat digunakan.

3.ketepatan waktu

Sistem harus mengirimkan data pada waktu yang tepat. Terlambat nya dikirimkannya data maka tidak akan berguna. Dalam kasus video dan audio, pengiriman waktu yang tepat berarti memberikan data seperti yang diproduksi atau seperti aslinya, dalam urutan yang sama ketika dibuat, dan tanpa penundaan yang signifikan. Semacam ini disebut pengiriman transmisi real-time.

4.jitter

Jitter mengacu pada variasi waktu kedatangan paket. Ini adalah keterlambatan yang tidak merata dalam pengiriman paket audio atau video. Sebagai contoh, mari kita asumsikan bahwa paket video yang dikirim setiap 3D ms. Jika beberapa dari paket datang dengan delay 3D ms dan yang lain dengan delay 4D ms, akan menghasilkan kualitas yang tidak merata dalam video tersebut.



Komponen Komunikasi data

Sebuah sistem komunikasi data memiliki lima komponen:

1.Pesan
Pesan adalah informasi ( data) untuk dikomunikasikan. Bentuk populer dari informasi termasuk teks, angka, gambar, audio, dan video.

2.Pengirim
Pengirim adalah perangkat yang mengirimkan pesan data. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, kamera video, dan sebagainya.

3.Penerima
Penerima adalah perangkat yang menerima pesan. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, televisi, dan lain.

4.Media transmisi
Media transmisi adalah jalur fisik dimana pesan berjalan dari pengirim ke penerima. Beberapa contoh media transmisi termasuk kabel twisted-pair, kabel koaksial, kabel serat optik, dan gelombang radio.

5.Protokol
Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur komunikasi data. Ini merupakan kesepakatan antara perangkat yang saling berkomunikasi. Tanpa protokol, dua perangkat mungkin akan terhubung tapi tidak dapat berkomunikasi, orang yang berbicara Prancis tidak dapat dipahami oleh orang yang berbicara bahasa Jepang.

4.1 Menyajikan karakteristik ragam aplikasi komunikasi data

Karakteristik Komunikasi Data

Komunikasi data adalah pertukaran data antara dua perangkat melalui beberapa bentuk media transmisi seperti kabel kawat. Untuk terjadinya data komunikasi, perangkat harus berkomunikasi menjadi sebuah bagian dari sistem komunikasi, yang terdiri dari kombinasi dari hardware ( peralatan fisik ) dan perangkat lunak ( program ). Efektivitas sistem komunikasi data tergantung pada empat karakteristik yang mendasar: pengiriman, akurasi, ketepatan waktu, dan jitter.


Karakteristik dasar komunikasi data:



1.Pengiriman

Sistem harus mengirimkan data ke tujuan yang sesuai. Data harus diterima oleh perangkat yang dimaksudkan atau pengguna dan hanya oleh perangkat atau pengguna

2.akurasi

Sistem harus memberikan data yang akurat. Data yang telah diubah dalam transmisi dan meninggalkan sumber,data  yang tidak dikoreksi tidak dapat digunakan.

3.ketepatan waktu

Sistem harus mengirimkan data pada waktu yang tepat. Terlambat nya dikirimkannya data maka tidak akan berguna. Dalam kasus video dan audio, pengiriman waktu yang tepat berarti memberikan data seperti yang diproduksi atau seperti aslinya, dalam urutan yang sama ketika dibuat, dan tanpa penundaan yang signifikan. Semacam ini disebut pengiriman transmisi real-time.

4.jitter

Jitter mengacu pada variasi waktu kedatangan paket. Ini adalah keterlambatan yang tidak merata dalam pengiriman paket audio atau video. Sebagai contoh, mari kita asumsikan bahwa paket video yang dikirim setiap 3D ms. Jika beberapa dari paket datang dengan delay 3D ms dan yang lain dengan delay 4D ms, akan menghasilkan kualitas yang tidak merata dalam video tersebut.



Komponen Komunikasi data

Sebuah sistem komunikasi data memiliki lima komponen:

1.Pesan
Pesan adalah informasi ( data) untuk dikomunikasikan. Bentuk populer dari informasi termasuk teks, angka, gambar, audio, dan video.

2.Pengirim
Pengirim adalah perangkat yang mengirimkan pesan data. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, kamera video, dan sebagainya.

3.Penerima
Penerima adalah perangkat yang menerima pesan. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, televisi, dan lain.

4.Media transmisi
Media transmisi adalah jalur fisik dimana pesan berjalan dari pengirim ke penerima. Beberapa contoh media transmisi termasuk kabel twisted-pair, kabel koaksial, kabel serat optik, dan gelombang radio.

5.Protokol
Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur komunikasi data. Ini merupakan kesepakatan antara perangkat yang saling berkomunikasi. Tanpa protokol, dua perangkat mungkin akan terhubung tapi tidak dapat berkomunikasi, orang yang berbicara Prancis tidak dapat dipahami oleh orang yang berbicara bahasa Jepang.

3.1.9 Menganalisis cara kerja komunikasi video dan komunikasi audio video

Cara Kerja Komunikasi Video

     Komunikasi Videoadalah sebuah alat komunikasi yang dapat ditangkap melalui visual atau penglihatan. Komunikasi video ini memungkinkan untuk melakukan sesuatu tanpa harus menemui si penerima. 

      Manfaat Komunikasi Video, yaitu :

Dapat digunakan untuk menyampaikan informasi tanpa harus bertemu dengan si penerima.
Dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orang atau beberapa orang dalam jarak yang jauh.
Dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Contohnya : Ruang Guru
    
      Cara Kerja Komunikasi Video : " Misalkan di WhatsApp "

Menuliskan nomor orang tua, saudara ataupun teman.
Saling berbicara.
Melakukan panggilan " Video Call "
Dan terjadilah interaksi Video pada saat itu.

Cara Kerja Komunikasi Audio Video

Cara kerjanya komunikasi audio video itu. menggunakan perantara serta menggunakan pihak ke3

contoh skype
1. terhubung ke jaringan internasional ( internet )
2. menggunakan Aplikasi Skype kemudian saling berteman
3. kemudian lakukan komunikasi dengan video.
4. terjadinya interaksi audio video pada saat itu

3.1.8 Menganalisis fungsi keragaman aplikasi komunikasi data dan cara kerja komunikasi audio

Fungsi Keragaman Aplikasi Komunikasi Data

Komunikasi data atau transmisi data mengacu pada komunikasi yang dimediasi oleh komputer di antara pengguna sistem atau sistem lainnya. Dalam mempertimbangkan fungsi komunikasi data atau transmisi data, maka kita harus melihat secara lebih luas mengingat berbagai bentuk data yang ditransmisikan memerlukan prosedur pengiriman data masing-masing.
Adapun fungsi komunikasi data atau transmisi data menurut Sidney L. Smith dan Jane N. Mosier adalah sebagai berikut :
  1. Integrasi
Komunikasi data memiliki fungsi integrasi dengan fungsi penanganan informasi lainnya dalam suatu sistem. Pengguna dapat mengirimkan data dengan menggunakan sistem komputer dan prosedur yang sama yang digunakan untuk entri umum, pengeditan, tampilan, dan pemrosesan data lainnya. Untuk mengirim atau menerima pesan,  seorang pengguna tidak perlu log off dari sistem pengolahan data umum untuk dapat masuk ke dalam beberapa sistem khusus lainnya.
  1. Memilih kata yang tepat guna
Ketika akan melakukan pengiriman data, kita memilih kata-kata yang tepat guna untuk istilah yang digunakan agar sesuai dengan istilah kerja yang berorientasi pada pengguna. Misalnya, pengguna dapat menyampaikan pesan kepada orang lain atau instansi berdasarkan nama tanpa mempedulikan alamat komputer, struktur jaringan komputer, dan lain-lain. Secara umum, pengguna tidak perlu mempelajari rincian teknis dari protokol komunikasi, konversi format data, dan lain sebagainya karena komputer melakukannya secara otomatis.
  1. Mengirimkan data secara konsisten
Komunikasi data memungkinkan transmisi data dilakukan secara konsisten karena dilakukan berdasarkan prosedur yang sama. Hal ini memungkinkan pengguna dapat menggunakan prosedur yang sama untuk memasukkan, mengedit, dan menampilkan pesan yang mereka gunakan untuk memasukkan, mengedir, dan menampilkan jenis data lainnya. Selain itu, beberapa hal lainnya yang juga harus konsisten adalah kesalahan pesan yang dilakukan oleh komputer dan panduan bagi pengguna lainnya terkait dengan penanganan jenis informasi.
  1. Meminimalisir beban memori serta tindakan pengguna
Prosedur komunikasi data atau transmisi data dirancang untuk meminimalisir beban memori pengguna. Misalnya berbagai perangkat lunak antar muka mungkin menyediakan penyisipan otomatis  ke dalam pesan informasi standar, daftar distribusi, dan lain-lain. Contoh lain adalah komputer harus menyediakan atrian pesan keluar secara otomatis sambil menunggu konfirmasi transmisi dan pesan masuk yang menunggu tinjauan dan disposisi mereka.
Prosedur komunikasi data atau transmisi data dirancang juga untuk meminimalisir tindakan pengguna. Misalnya, dalam beberapa aplikasi, logika perangkat lunak dapat menyiapkan dan mengirimkan pesan secara otomatis yang berasal dari data yang sudah tersimpan dalam komputer.
  1. Interupsi
Memungkinkan pengguna untuk melakukan interupsi terhadap persiapan, ulasan, datau disposisi pesan, dan kemudian melanjutkan salah satu tugas tersebut dari titik interupsi.
  1. Mengarsipkan pesan secara fleksibel
Dalam aplikasi yang membutuhkan penanganan pesan secara umum, pengguna disediakan kemampuan fleksibel untuk mengirimkan rancangan atau salinan pesan selama masa persiapan, pengiriman pesan, dan penerimaan pesan serta mengatur berkas pesan tersebut.
  1. Menyoroti pesan
Menyediakan kemampuan perangkat lunak untuk membubuhi keterangan data yang dikirimkan dengan penyorotan yang tepat untuk menekankan kondisi peringatan, indicator prioritas, atau infromasi pesanan kedua (data tentang data) penting lainnya yang dapat mempengaruhi penanganan pesan.
  1. Menyiapkan pesan yang sesuai untuk transmisi
Hal ini terkait dengan menyiapkan berbagai pesan yang melibatkan secara khusus isi, format, dan informasi utama. Termasuk didalamnya adalah menyesuaikan komposisi pesan dengan entri data, format pesan dirancang oleh pengguna, teks tidak berformat, bentuk penyimpanan pesan, membentuk pesan otomatis, membentuk teks otomatis, bentuk data, tabel dan gambar, spesifikasi data yang fleksibel, memasukkan berkas yang ada, memasukkan pesan lainnya, variabel panjang pesan,  dan menyimpan rancangan pesan.
  1. Mengirimkan pesan ke alamat yang dituju
Pesan disampakan kepada penerima pesan yang membutuhkan tindakan pengguna dan bantuan ckmputer untuk menentukan tujuan pengiriman data. Termasuk didalamnya adalah pemilihan tujuan, standar alamat, mendorong  alamat masuk, direktori alamat, bantuan untuk pencarian direktori, mengekstrak alamat direktori, nama pengguna yang dituju, daftar distribusi sistem, akses kepada informasi daftar distribusi, daftar distribusi informal, daftar dalam daftar, memodifikasi daftar distribusi, ekspansi otomatis dari alamat parsial, memeriksa alamat secara otomatis, membalas pesan yang diterima ke alamat yang dituju, mengedit alamat, alamat tunggal,  distribusi berantai, dan mendistribusikan kembali pesan yang diterima.

Prinsip-prinsip komunikasi audio Pada Komunikasi Data

Mengingat komunikasi audio merupakan komunikasi verbal yang diucapkan, maka prinsip penggunaan bahasa sama dengan prinsip-prinsip komunikasi audio. Prinsip Komunikasi Audio yakni sebagai berikut:

  1. Kata-kata yakni simbol dari hal-hal kasatmata tetapi bukan hal-hal itu sendiri.
  1. Arti terletak dalam diri individu bukan dalam kata-kata.
  1. Semua hal mengalami perubahan, yang tetap yakni perubahan itu sendiri.
  1. Hindari orientasi yang bersifat kaku Keuntungan menggunakan kemudahan komunikasi audio ialah, kita mampu berkomunikasi dengan seseorang dizona yang berbeda atau daerah yang berbeda, tanpa harus berada di zona atau daerah yang bersamaan.
Prinsip kerja komunikasi audio adalah menggunakan indra pendengaran.contoh Radiokomunikasi audio tidak bisa di lihat seperti media komunikasi visual

Pembahasan soal dan jawaban UN 2017

Latihan Soal Ujian Nasional (UN) Teori Kejuruan TKJ  SMK 2017 . 1. Alat yang berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan dengan segmen yang...